Mencoba hidup sehat

Beberapa minggu ini, saya mencoba mengubah gaya hidup saya menjadi lebih sehat. Tujuannya? selain untuk lebih sehat, juga pengen menurunkan berat badan. Udah beberapa kali temen menyarankan untuk menurunkan berat badan karena perut saya sudah offside.

Pertama yang saya lakukan adalah berhenti makan nasi saat makan malam, atau malah menghilangkan nasi putih sama sekali dan menggantinya dengan nasi merah. Kenapa nasi merah? Karena nasi merah mengandung kandungan fiber yang tinggi, dan akhirnya membuat perut merasa kenyang lebih lama. Tidak seperti nasi putih yang merupakan karbohidrat simple.  Dan juga menambahkan protein, karena protein mempunyai senyawa yang bernama PYY, yang ketika kita makan juga menekan sinyal rasa lapar dari otak.

Kedua, olahraga pagi. Saya mencoba bangun lebih pagi dari biasanya untuk sekedar lari pagi sekitar 5 kilometer. Sebelumnya sarapan dulu biar ada tenaga, tapi sarapannya kaya pisang atau oatmeal. Oatmeal juga bagus, karena kandungan fibernya yang banyak, dan juga orang yang sarapan akan membakar 400 kalori lebih banyak sepanjang hari.

Ketiga, nge-gym. Selain lari pagi, olahraga digym juga diperlukan, terlebih untuk melatih core. Kalau bisa, saran saya pakai PT, atau unduh tipe tipe exercise yang kita mau lakukan. Tapi biasanya disaranin 2 grup otot setiap latian. Seperti tricep dan dada, atau biceps dan punggung. Variasi latian juga diperlukan untuk menjaga otot tidak terbiasa dengan rutinitas. Malah ada yang nyaranin saya buat lari dulu sebelum exercise, untuk melatih endurance.

Saya kira penting untuk tahu bagaimana tubuh kita bekerja, karena itu saya juga rajin lihat lihat youtube-nya ASAPScience. Karena #KnowledgeIsPower, kalau kita sudah tau bagaimana cara kerja tubuh kita, tentunya lebih mudah buat kita untuk menjaganya.

Untuk memulai bisa baca baca buletin tentang kesehatan. Banyak sumbernya seperti Livestrong, Mensfitness, dan lain lain. Tapi kalau mau mudah, unduh Kurio, baca blog saya yang ini dan berlangganan topic tentang Health dan Fitness.

Misfit Flash : Fitness tracker harga ekonomis

Misfit on action

Untuk entry level fitness tracker, mungkin anda bisa mempertimbangkan Misfit Flash. Misfit flash adalah versi lebih murah daripada produk mereka terdahulu Misfit Shine. Sementara Misfit Shine dibuat dari Anodized Alumunium, Flash dibuat dari Polycarbonate. Flash seperti halnya Shine datang dengan 2 holder. Satu yang bisa dipakai di tangan seperti jam tangan, atau yang clip on, yang bisa dipakai di mana mana.

Continue reading

#KnowledgeIsPower

Welcome Screen

Keajaiban pengetahuan: Tanpa mata yang melihat dia membikin orang mengetahui luasnya dunia: dan kayanya, dan kedalamannya, dan ketinggiannya, dan kandungannya, dan juga sampar-samparnya. – Pramoedya Ananta Toer, Anak Semua Bangsa

Ilmu Pengetahuan untuk saya selalu mengagumkan. Misalnya saja pendaratan Philae di atas comet. Mengagumkan karena sebenarnya yang menghambat misi tersebut bukan teknologi tapi biaya. Terlebih, pendaratan itu dilakukan dari mission control yang jaraknya berjuta kilo dari Bumi, dan mereka hanya latihan di simulator tanpa tau bentuk comet itu kaya gimana.

Continue reading

Belajar saham di #InvestasiCerdas bersama Mandiri Sekuritas

Sabtu pagi, 8 November 2014 lalu saya belajar mengenai investasi dalam bentuk saham di Bursa Efek Indonesia. Saya memang tertarik dengan saham, tapi tidak tahu harus mulai darimana dan dalam asumsi saya pasti membutuhkan modal berpuluh – puluh juta. Banyak kisah sukses dan banyak juga kisah gagal dalam saham ini.

Saham, apa bedanya dengan Reksadana?. Klo kata mbak Nadira saham, ibarat kita mengemudikan kendaraan kita sendiri. Reksadana ibarat kita menggunakan supir ( dalam hal ini Manajer Investasi ) untuk mengemudikan kendaraan kita. Tapi dua – duanya adalah bentuk investasi.

Mengapa harus berinvestasi di saham? Kenapa tidak ditabung saja dananya? Jawabannya adalah Inflasi. Dana dalam tabungan, nilainya berkurang setiap tahun. Contohnya bila kita punya tabungan seratus juta, tiga tahun yang lalu kita bisa beli rumah atau DP rumah yang lebih besar. Sekarang seratus juta pun tidak mencukupi untuk DP rumah ataupun bisa rumah yang lebih kecil daripada tiga tahun lalu. Bunga di bank tak cukup menahan laju inflasi, tapi investasi di reksadana atau saham bisa, malah bisa profit.

Apakah saham itu berjudi? menurut saya tidak, karena kita tidak mengadu nasib ( Ya, kecuali anda nekad investasi di saham yang anda sendiri gak tau itu apa ). Berinvestasi di saham juga membutuhkan kehati-hatian. Pelajari bener – bener perusahaan yang anda ingin invest. Tips dari mbak Ira adalah untuk tahu lebih baik invest di mana, perhatikan barang – barang yang ada di sekitar kita, dan perhatikan juga trend di pasar kedepannya. Pilih saham yang track recordnya bagus, tidak bersinggungan dengan politik, dan keuangannya juga bagus. Dan temen saya juga nambahin, jangan berinvestasi kemakan isu.

Oh iya, satu alasan lagi mengapa harus berinvestasi. Saat kemarin diceritakan, kalau investasi di Indonesia itu sebagian besar masih orang asing. Lalu efeknya apa? Efeknya adalah ketika mereka panik, kemudian menjual sahamnya, Rupiah juga kena dampaknya. Jadi bermain saham juga menjaga agar Rupiah bisa lebih stabil.

Oke, sekarang gimana caranya berinvestasi saham? Daftar saja ke Sekuritas, klo kemaren saya di Mandiri Sekuritas. Setelah daftar, beberapa hari / minggu kemudian kita dapat akun di situs Mandiri Sekuritas Online Trading, dan beberapa hari setelahnya kita dapat akun di KSEI ( Kustodian Sekuritas Efek Indonesia ) dan TSI ( Tabungan Settlement Investor ). KSEI itu semacam tempat kita menyimpan data saham kita, sedangkan TSI itu virtual account di mana kita bisa menggunakan dana di virtual account untuk transaksi saham. Karena saya daftar di Mandiri Sekuritas, maka saya juga dapet virtual account itu di Mandiri. Untuk pencairannya, bila sesama mandiri maka bisa langsung transfer, jika bukan mandiri maka akan masuk esok harinya. Untuk mulai bertransaksi kita juga harus menyetor 10 juta ( 5 juta untuk mahasiswa ) ke akun TSI. Setelah itu kita bisa langsung bertransaksi

Tertarik? tentunya, jadi mari kita berinvestasi di saham!

Prosedur Jika ditilang

Siapa sih yang menggunakan kendaraan bermotor tapi belum pernah diberhentikan polisi? kayanya sebagian besar kita pasti punya pengalaman tiba – tiba diberhentikan oleh Pak polisi, apalagi di Kota besar kaya Jakarta ini.

Sejak saya bawa mobil, saya somehow paham, bahwa efek samping dari bawa mobil ya kudu siap kena tilang. Makanya saya tidak mau ber-“damai” dengan polisi jika kena tilang. Saya pernah ditilang di deket Putaran Selamat datang karena lupa menghidupkan lampu mobil. Mobil saya diberhentikan di putaran HI, kemudian Pak polisi menjelaskan apa salah saya, kemudian saya minta surat tilang. Jadwal sidang saya 3 minggu setelah ditilang, dan bertempat di Pengadilan wilayah tempat saya ditilang. Dan karena saya kurang teliti, maka saya pergi ke pengadilan seminggu sebelumnya.

Ketika saya sampai di pengadilan, dan parkir motor. Saya dihampiri oleh beberapa orang yang bersedia membantu mengurus proses pengadilan. Saya diminta memperlihatkan surat tilang. Di surat tilang, saya baru ngeh klo saya kena 2 pasal sekaligus. Orang – orang tersebut langsung nakut nakutin saya dan bilang kalau kena 2 pasal gini, bisa kena denda 350rb. Dan karena saya kecepetan juga, berkas saya belum sampai di pengadilan saat itu, lalu mereka menawarkan untuk ambil berkas ke polres sekalian mengurusnya, dengan imbalan 20rb. Saya memutuskan untuk pulang aja, gak usah pake calo.

Sampai di kantor, saya cari info tentang prosedur tilang gimana sih. Dan bagaimana jika saya tidak ikut sidang. Ternyata, jika saya tidak ikut sidang, maka putusan denda saya diputuskan tanpa kehadiran pelanggar. Ya sudah, saya putuskan mending gak usah ikut sidang. Toh hasilnya gak bakal jauh beda pikir saya. Peraturannya, 2 minggu setelah sidang, maka berkas saya masuk ke Kejaksaan tinggi. Jadilah saya mencari – cari di mana Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Singkatnya, setelah 1-2 bulan saya ditilang, saya pergi ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pas makan siang. Karena orang di loket sedang makan siang, maka saya menunggu sebentar. Begitu buka, saya langsung masukin surat tilang saya. 5 menit kemudian saya dipanggil dan diminta bayar 120rb ditambah 1000 sebagai denda karena tidak mengikuti sidang. Saya bayar, berkas saya diserahkan, dan beres deh ngurus tilangnya.

Kesimpulan saya, klo bisa, jangan pake calo ketika sidang pelanggaran Lantas, dan sebisa mungkin jangan milih jalan damai.

Tips di Korea : Dapetin nomor lokal

20131115-134402.jpg

Pertama kali ke Korea, hal yang saya cari adalah bagaimana dapetin SIM Card. Tanya temen yang di sini, sebagian besar menjawab tidak tahu, bahkan tidak bisa. Riset di Internet, konon untuk dapet nomor lokal, kita harus mendapatkan Alien Registration Card dahulu.

Setelah riset lagi sana dan sini, dengan sedikit nekat saya datang ke Olleh Square dengan berniat membeli SIM Card. Awalnya dia kebingungan,tapi setelah berusaha menjelaskan apa itu SIM Card, dia baru menyebut USIM. Yah jadi kaya tebak kata gitu deh.

OKE, USIM. Masalah kedua adalah dia bilang saya gak bisa ganti kartu, karena dilihat hape saya yang muncul providernya KT bukan Olleh. Rupanya orang di sini terbiasa dengan HP yang terkunci dengan provider. Setelah susah payah, saya lalu menyebut kata kunci satu lagi yaitu : “Prepaid Plans“.

Lalu dia mengerti, dan saya tinggal memilih top up dan paket internet. Saya memilih pulsa 10000 Won dan Internet 3G 4 GB. Sayangnya ternyata paket yang LTE gak bisa beli pake prepaid. Totalnya, lumayan mahal klo dirupiahin. Sekitar 58400 Won.

Selain Olleh, ada juga Evergreen.co.kr, malah mereka bisa kirim ke hotel. Sayangnya, paketnya lebih mahal daripada Olleh. Internetnya pun terasa konsisten, karena inj 3G speed yang saya dapat sekitar 7.8 Mbps untuk downstream dan 0.7 Mbps untuk upstream. Atau klo mau sekedar dapetin nomor, bisa sewa handphone pas di Incheon, atau bahkan sewa wireless modem juga. Kalau mau internet selain sewa modem, juga bisa beli voucher wifi di Convenience store terdekat. Tapi untuk saya, walaupun wifi di mana mana, masih kurang.