RSS

Monthly Archives: February 2011

Tentang Lisensi …

DISCLAIMER : saya bukan ahli hukum, jadi segala yang ditulis di sini murni pendapat saya dan hasil riset kecil kecilan saya.

Pertama mari kita lihat pengertian dari Lisensi. Lisensi menurut kateglo adalah :

  1. (surat) izin untuk mengangkut barang dagangan, usaha, dsb: – usaha
  2. pajak yang harus dibayarkan untuk memperoleh surat izin, terutama tentang ekspor-impor
  3. izin menggunakan oktroi pihak lain dalam hukum tentang milik industri, dapat diberikan oleh si pemegang oktroi atau berdasarkan ketetapan Dewan Oktroi

dan dari wikipedia :

Lisensi dalam pengertian umum dapat diartikan memberi izin. Pemberian lisensi dapat dilakukan jika ada pihak yang memberi lisensi dan pihak yang menerima lisensi, hal ini termasuk dalam sebuah perjanjian. Definisi lain, pemberian izin dari pemilik barang/jasa kepada pihak yang menerima lisensi untuk menggunakan barang atau jasa[1] yang dilisensikan.

Jadi lisensi adalah hak pakai menggunakan jasa atau barang dagangan. Bila dikaitkan dengan lisensi perangkat lunak, maka lisensi sendiri adalah hak pakai dari perangkat lunak tersebut. Perangkat Lunak ini bisa berupa Aplikasi Web, Desktop, Mobile, Dsb.

Pengertian HAKI diambil dari wikipedia adalah:

Kekayaan Intelektual adalah pengakuan hukum yang memberikan pemegang hak (atas) kekayaan intelektual (H[A]KI) untuk mengatur penggunaan gagasan-gagasan dan ekspresi yang diciptakannya untuk jangka waktu tertentu. Istilah ‘kekayaan intelektual’ mencerminkan bahwa hal tersebut merupakan hasil pikiran atau intelektualitas, dan bahwa hak kekayaan intelektual dapat dilindungi oleh hukum sebagaimana bentuk hak milik lainnya.

Sedangkan Hak Cipta adalah satu bagian dari HAKI, pengertiannya dari wikipedia adalah :

Hak cipta adalah hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu. Pada dasarnya, hak cipta merupakan “hak untuk menyalin suatu ciptaan”.

Jadi misalkan digabungkan :

Misalnya Apple’s multitouch gestures — seperti pada iPhone yang bisa menggunakan dua jari atau lebih untuk melakukan operasi tertentu. Multi Touch ini telah dipatenkan oleh Apple, sehingga tidak bisa dipakai diperangkat lain seperti Android. Dan Apple sendiri mempunyai hak cipta atas iPhone, tidak ada produk lain yang boleh menggunakan nama iPhone selain Apple kecuali atas izin Apple. Dan terakhir, Lisensi mengatur bagaimana End User bisa menggunakan iPhone tersebut, misalnya tidak boleh menjail break.

Dikaitkan dengan Salingsapa dan JCow, JCow sendiri berlisensi dobel : CPAL ( salah satu lisensi open source ) dan Commercial License. JCow yang free menghendaki aplikasi web yang dibuat berbasiskan JCow menyertakan kalimat “Powered by Jcow” di footer, sedangkan Commercial License (Yang non free) kita boleh untuk tidak menyertakan itu.

Salingsapa sendiri kabarnya membeli license JCow, maka dari itu dia boleh untuk tidak menyertakan “Powered by JCow”. Saling sapa sendiri adalah hak cipta dari Muhammad Yahya Harlan, tapi dia tidak memegang hak cipta atas Enginenya. Enginenya tetap milik JCow, dan Muhammad Yahya tidak punya hak untuk menjualnya kembali atau menginstall nya di lain mesin. Dari Commercial Licensenya Jcow :

Licensor hereby grants the Licensee a non-exclusive, non-transferable, non-assignable license to install, download and use a single instance of the Software on a single website server (“License”) through a single installation. Each License may run one instance of the Software on one domain. Any modification of the Software intended to circumvent the foregoing is prohibited and will result in revocation of the License.

-Licensor adalah JCow.net

-Licensee adalah pihak yang membeli lisensi, dalam hal ini adalah Muhammad Yahya Harlan.

Di sini dia juga bilang kalau dia tidak membuat engine nya, tapi dia mengembangkan.

EDIT :

Jadi kesimpulannya, Muhammad Yahya Harlan tidak melakukan pelanggaran hak cipta JCOW, Salingsapa merupakan hak cipta dari Muhammad Yahya Harlan, tapi Engine ( JCow ) yang digunakan oleh Salingsapa tetap milik JCow. Muhammad Yahya Harlan, hanya mempunyai lisensi untuk menggunakan JCow dan Rebranding dengan menghilangkan “Powered by Jcow”.

 

Demikian.

Referensi :

Wikipedia tentang HAKI

Wikipedia tentang Hak Cipta

JCow Commercial License

Engadget Tentang Multitouch Display

 
8 Comments

Posted by on February 17, 2011 in Uncategorized

 

Belajar Dari Nodame

Gatel pengen nulis masalah Putri Yang Ditukar ituh, akhirnya saya memberanikan diri untuk nulis tentang pendapat saya tentang sinetron.

Waktu jaman saya kecil, ketika itu adalah jamannya Telenovela, Stasiun TV Swasta masih dikit, dan masih sedikit pula jumlah sinetron. Saya masih ingat kala itu saya masih menunggu sinetron yang saya sukai “Keluarga Cemara”. Tapi sekarang ? saya hampir tidak bisa membedakan sinetron yang satu dengan yang lain, semua kisahnya hampir seragam, tentang cinta antara si miskin dan si kaya, lemah dan kuat, balas dendam, dan jangan lupa harta warisan. Oh yang terbaru adalah sinetronnya Manohara, Supergirl.

Sekarang saya lebih sering menonton Dorama. Bagi saya walaupun kadang lebih gak masuk akal daripada sinetron, tapi Dorama bercerita lebih banyak. Saya ceritakan satu yang saya ingat, dan klo gak suka spoiler lebih baik jangan dilanjutkan baca. :D

Yang saya ceritakan adalah Nodame Cantabile. Nodame adalah seorang siswi sekolah musik, yang belajar piano karena dia menikmatinya. Masalahnya dia seorang yang traumatis, karena trauma di masa kecilnya lah menutupi sisi briliant dia. Pasangan Nodame di Nodame Cantabile adalah seorang jenius bernama Chaki. Dia selain jenius di piano, dia juga mahir dia biola. Tapi cita – cita dia adalah menjadi seorang Dirijen. Chiaki adalah seorang bintang di sekolah musik. Dia anak seorang kaya dan juga tampan — katanya — , sedangkan Nodame adalah gadis desa yang tidak brilian, berantakan.

Well, Nodame suka sama Chiaki sejak pertama kali bertemu. Chiaki pun, mempunyai perasaan yang sama ketika dia melihat Nodame sedang berlatih bermain piano. Menurut Chiaki, walaupun nadanya sering meleset, tapi Nodame ketika bermain terlihat sangat menjiwai. Singkat cerita untuk Nodame berhasil dekat sama Chiaki, dan akhirnya pergi bersamanya ke Paris, untuk melanjutkan sekolah musik.

Masih kaya dan miskin, jelek dan cakep kan ? iya masih, bedanya di Dorama ini tidak ada karakter Antagonis. Karakter yang di sinetron Indonesia sering digambarkan sebagai sosok yang jutek, tampang nya gak enak deh, dah gitu cerewet, pendendam, sering dugem, pakaiannya glamour. Di Nodame Cantabile, sosok yang paling menjadi Antagonis adalah diri mereka sendiri, mereka harus melawan rasa malas, putus asa. Mereka harus bangkit dari perasaan itu.

Dari yang saya lihat dan saya tonton, menurut pendapat pribadi saya. Banyak sinetron yang menghalalkan segala cara agar tercapai tujuan, apalagi sinetron apa itu yang penting banyak berdoa aja dan berbuat baik nanti pasti masalah selesai. IMSO ( in my sotoy opinion ) doa aja gak bakal cukup, harus ada usaha. Nah di kebanyakan sinetron ini kadang usahanya itu kelewatan, mulai dari taruh bom, diracun, pokoknya MPC ( Mbuh Piye Carane ) itu harta warisan atau cewe itu jadi miliknya.

Yang sedihnya lagi adalah ketika hampir semua adegannya ditampilkan dengan close up. Bagi saya pribadi, liatnya jadi males, ceritanya gak dapet apalagi emosinya. Saya juga liat, banyak yang mengandalkan emosi dan menimbulkan kasihan kepada pemerannya. Di Nodame, saya akui saya hampir menangis dibeberapa scene, apalagi waktu Nodame yang udah latian keras, tapi gagal dalam turnament. Saya tidak mendapat rasa yang sama dengan sinetron sekarang ini.

Yang menambah rasa prihatin saya adalah, hampir semua sinetron itu tayang prime time. Yang artinya ditonton oleh semua orang. Dan saya lihatnya semakin banyak yang meyakini bahwa cerita di Sinetron itu nyata adanya, bahwa kita boleh menghalalkan segala cara asal tujuan kita tercapai.

Jadi jangan salahkan saya kalau lebih banyak menonton Dorama daripada Sinetron. Dorama bukan saja mengajarkan saya untuk berjuang, dan jangan menyerah, tapi juga untuk sportif, berani menerima kesalahan dan berani meminta maaf jika kita salah.

 
23 Comments

Posted by on February 14, 2011 in curhat

 

Tags: , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.