RSS

Daily Archives: February 14, 2011

Belajar Dari Nodame

Gatel pengen nulis masalah Putri Yang Ditukar ituh, akhirnya saya memberanikan diri untuk nulis tentang pendapat saya tentang sinetron.

Waktu jaman saya kecil, ketika itu adalah jamannya Telenovela, Stasiun TV Swasta masih dikit, dan masih sedikit pula jumlah sinetron. Saya masih ingat kala itu saya masih menunggu sinetron yang saya sukai “Keluarga Cemara”. Tapi sekarang ? saya hampir tidak bisa membedakan sinetron yang satu dengan yang lain, semua kisahnya hampir seragam, tentang cinta antara si miskin dan si kaya, lemah dan kuat, balas dendam, dan jangan lupa harta warisan. Oh yang terbaru adalah sinetronnya Manohara, Supergirl.

Sekarang saya lebih sering menonton Dorama. Bagi saya walaupun kadang lebih gak masuk akal daripada sinetron, tapi Dorama bercerita lebih banyak. Saya ceritakan satu yang saya ingat, dan klo gak suka spoiler lebih baik jangan dilanjutkan baca. :D

Yang saya ceritakan adalah Nodame Cantabile. Nodame adalah seorang siswi sekolah musik, yang belajar piano karena dia menikmatinya. Masalahnya dia seorang yang traumatis, karena trauma di masa kecilnya lah menutupi sisi briliant dia. Pasangan Nodame di Nodame Cantabile adalah seorang jenius bernama Chaki. Dia selain jenius di piano, dia juga mahir dia biola. Tapi cita – cita dia adalah menjadi seorang Dirijen. Chiaki adalah seorang bintang di sekolah musik. Dia anak seorang kaya dan juga tampan — katanya — , sedangkan Nodame adalah gadis desa yang tidak brilian, berantakan.

Well, Nodame suka sama Chiaki sejak pertama kali bertemu. Chiaki pun, mempunyai perasaan yang sama ketika dia melihat Nodame sedang berlatih bermain piano. Menurut Chiaki, walaupun nadanya sering meleset, tapi Nodame ketika bermain terlihat sangat menjiwai. Singkat cerita untuk Nodame berhasil dekat sama Chiaki, dan akhirnya pergi bersamanya ke Paris, untuk melanjutkan sekolah musik.

Masih kaya dan miskin, jelek dan cakep kan ? iya masih, bedanya di Dorama ini tidak ada karakter Antagonis. Karakter yang di sinetron Indonesia sering digambarkan sebagai sosok yang jutek, tampang nya gak enak deh, dah gitu cerewet, pendendam, sering dugem, pakaiannya glamour. Di Nodame Cantabile, sosok yang paling menjadi Antagonis adalah diri mereka sendiri, mereka harus melawan rasa malas, putus asa. Mereka harus bangkit dari perasaan itu.

Dari yang saya lihat dan saya tonton, menurut pendapat pribadi saya. Banyak sinetron yang menghalalkan segala cara agar tercapai tujuan, apalagi sinetron apa itu yang penting banyak berdoa aja dan berbuat baik nanti pasti masalah selesai. IMSO ( in my sotoy opinion ) doa aja gak bakal cukup, harus ada usaha. Nah di kebanyakan sinetron ini kadang usahanya itu kelewatan, mulai dari taruh bom, diracun, pokoknya MPC ( Mbuh Piye Carane ) itu harta warisan atau cewe itu jadi miliknya.

Yang sedihnya lagi adalah ketika hampir semua adegannya ditampilkan dengan close up. Bagi saya pribadi, liatnya jadi males, ceritanya gak dapet apalagi emosinya. Saya juga liat, banyak yang mengandalkan emosi dan menimbulkan kasihan kepada pemerannya. Di Nodame, saya akui saya hampir menangis dibeberapa scene, apalagi waktu Nodame yang udah latian keras, tapi gagal dalam turnament. Saya tidak mendapat rasa yang sama dengan sinetron sekarang ini.

Yang menambah rasa prihatin saya adalah, hampir semua sinetron itu tayang prime time. Yang artinya ditonton oleh semua orang. Dan saya lihatnya semakin banyak yang meyakini bahwa cerita di Sinetron itu nyata adanya, bahwa kita boleh menghalalkan segala cara asal tujuan kita tercapai.

Jadi jangan salahkan saya kalau lebih banyak menonton Dorama daripada Sinetron. Dorama bukan saja mengajarkan saya untuk berjuang, dan jangan menyerah, tapi juga untuk sportif, berani menerima kesalahan dan berani meminta maaf jika kita salah.

 
23 Comments

Posted by on February 14, 2011 in curhat

 

Tags: , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.