RSS

Belajar Dari Nodame

14 Feb

Gatel pengen nulis masalah Putri Yang Ditukar ituh, akhirnya saya memberanikan diri untuk nulis tentang pendapat saya tentang sinetron.

Waktu jaman saya kecil, ketika itu adalah jamannya Telenovela, Stasiun TV Swasta masih dikit, dan masih sedikit pula jumlah sinetron. Saya masih ingat kala itu saya masih menunggu sinetron yang saya sukai “Keluarga Cemara”. Tapi sekarang ? saya hampir tidak bisa membedakan sinetron yang satu dengan yang lain, semua kisahnya hampir seragam, tentang cinta antara si miskin dan si kaya, lemah dan kuat, balas dendam, dan jangan lupa harta warisan. Oh yang terbaru adalah sinetronnya Manohara, Supergirl.

Sekarang saya lebih sering menonton Dorama. Bagi saya walaupun kadang lebih gak masuk akal daripada sinetron, tapi Dorama bercerita lebih banyak. Saya ceritakan satu yang saya ingat, dan klo gak suka spoiler lebih baik jangan dilanjutkan baca. :D

Yang saya ceritakan adalah Nodame Cantabile. Nodame adalah seorang siswi sekolah musik, yang belajar piano karena dia menikmatinya. Masalahnya dia seorang yang traumatis, karena trauma di masa kecilnya lah menutupi sisi briliant dia. Pasangan Nodame di Nodame Cantabile adalah seorang jenius bernama Chaki. Dia selain jenius di piano, dia juga mahir dia biola. Tapi cita – cita dia adalah menjadi seorang Dirijen. Chiaki adalah seorang bintang di sekolah musik. Dia anak seorang kaya dan juga tampan — katanya — , sedangkan Nodame adalah gadis desa yang tidak brilian, berantakan.

Well, Nodame suka sama Chiaki sejak pertama kali bertemu. Chiaki pun, mempunyai perasaan yang sama ketika dia melihat Nodame sedang berlatih bermain piano. Menurut Chiaki, walaupun nadanya sering meleset, tapi Nodame ketika bermain terlihat sangat menjiwai. Singkat cerita untuk Nodame berhasil dekat sama Chiaki, dan akhirnya pergi bersamanya ke Paris, untuk melanjutkan sekolah musik.

Masih kaya dan miskin, jelek dan cakep kan ? iya masih, bedanya di Dorama ini tidak ada karakter Antagonis. Karakter yang di sinetron Indonesia sering digambarkan sebagai sosok yang jutek, tampang nya gak enak deh, dah gitu cerewet, pendendam, sering dugem, pakaiannya glamour. Di Nodame Cantabile, sosok yang paling menjadi Antagonis adalah diri mereka sendiri, mereka harus melawan rasa malas, putus asa. Mereka harus bangkit dari perasaan itu.

Dari yang saya lihat dan saya tonton, menurut pendapat pribadi saya. Banyak sinetron yang menghalalkan segala cara agar tercapai tujuan, apalagi sinetron apa itu yang penting banyak berdoa aja dan berbuat baik nanti pasti masalah selesai. IMSO ( in my sotoy opinion ) doa aja gak bakal cukup, harus ada usaha. Nah di kebanyakan sinetron ini kadang usahanya itu kelewatan, mulai dari taruh bom, diracun, pokoknya MPC ( Mbuh Piye Carane ) itu harta warisan atau cewe itu jadi miliknya.

Yang sedihnya lagi adalah ketika hampir semua adegannya ditampilkan dengan close up. Bagi saya pribadi, liatnya jadi males, ceritanya gak dapet apalagi emosinya. Saya juga liat, banyak yang mengandalkan emosi dan menimbulkan kasihan kepada pemerannya. Di Nodame, saya akui saya hampir menangis dibeberapa scene, apalagi waktu Nodame yang udah latian keras, tapi gagal dalam turnament. Saya tidak mendapat rasa yang sama dengan sinetron sekarang ini.

Yang menambah rasa prihatin saya adalah, hampir semua sinetron itu tayang prime time. Yang artinya ditonton oleh semua orang. Dan saya lihatnya semakin banyak yang meyakini bahwa cerita di Sinetron itu nyata adanya, bahwa kita boleh menghalalkan segala cara asal tujuan kita tercapai.

Jadi jangan salahkan saya kalau lebih banyak menonton Dorama daripada Sinetron. Dorama bukan saja mengajarkan saya untuk berjuang, dan jangan menyerah, tapi juga untuk sportif, berani menerima kesalahan dan berani meminta maaf jika kita salah.

Advertisement
 
22 Comments

Posted by on February 14, 2011 in curhat

 

Tags: , , ,

22 Responses to Belajar Dari Nodame

  1. dwi

    February 14, 2011 at 11:47 am

    iya, saya juga sudah menonton dorama Nodame. saya juga suka dorama. lebih bagus dan artistik. belum lagi, sebagian dorama yang mengambil tema khusus (misal musik, kedokteran, dll) mereka melakukan riset terlebih dahulu. mereka juga didampingi oleh pakar dari disiplin ilmu tersebut, yang membuat substansi cerita bisa menjadi ilmu bagi kita yang menonton karena ceritanya tidak digarap sembarangan.

     
  2. ireng

    February 14, 2011 at 1:22 pm

    “..Dorama bukan saja mengajarkan saya untuk berjuang, dan jangan menyerah, tapi juga untuk sportif, berani menerima kesalahan dan berani meminta maaf jika kita salah..”

    betul jg, hampir smwa dorama mengedepankan nilai moral ini di setiap produksiny. Mulai dari Tokyo Love Story, Beach Boys, Itazura Na Kiss, sampe Meteor Garden yg aseli dr Jepang ^^

     
  3. cK

    February 14, 2011 at 5:49 pm

    saya juga suka nonton nodame, baik yg anime maupun yg dorama. keduanya keren. :D

    udah nonton yang finale?

     
    • suprie1983

      February 14, 2011 at 6:19 pm

      udah donk chik.. yang in paris kan ?

       
  4. ocha

    February 14, 2011 at 5:52 pm

    udah nonton sampai selesaaaaaiiii :lol:

     
  5. Chic

    February 14, 2011 at 5:55 pm

    meh! kayaknya cuma aku yang basbang. baru mau nonton si nodame itu :roll:

     
  6. Bitch, The

    February 15, 2011 at 5:35 am

    santay, mak chic. gwa juga belom kok =P

     
  7. sibair

    February 16, 2011 at 10:59 am

    wah ko ceritanya bagus gitu kliatannya :D

     
  8. neng ucrit

    February 18, 2011 at 1:38 pm

    suka banget dorama nodame cantabile, maruko chan live action, sama one litre of tears,
    saat kita ketawa benar2 diajak tertawa, begitu pun klo ada adegan yg mengharukan dan sedih .

     
  9. sandi

    March 7, 2011 at 11:58 am

    wahhh,,,ceritanya bagus bgt

     
  10. Asop

    March 12, 2011 at 8:43 pm

    Hihhihihi, sama kok, saya juga suka banget J-dorama, hasil donlot sendiri tentunya. :D :D

    Tiap malem, saya gak pernah ke saluran tipi penyedia sinetron (tahu sendiri lah). :lol:

     
  11. fairyteeth

    March 17, 2011 at 10:00 am

    nodame, atau dorama lain nya ceritanya selalu bagus dan kita yg nonton bisa menghayati karena ceritanya gak lebay dan banyak hikmah yg bisa diambil

    gak kayak shitnetron yg diputer tiap hari di tipi kita itu… #mbulet abeeesss

     
  12. Rusa

    March 25, 2011 at 11:54 am

    Putri koq ditukar2 sihhh :D

     
  13. Dyah Septiarini

    May 31, 2011 at 7:34 pm

    hihi saya juga suka banget nonton dorama jepang, sampe ngumpulin banyak

     
  14. nana

    September 20, 2011 at 2:19 pm

    ya, saya juga sdah nonton serialnya. dan sy memang lebih suka nonton srial jepang, atau korea. ceritanya lebih simple tapi berkesan. mengangkat tema yang saya yakin, sutradara sinet kita tidak dapat menjangkaunya, haha,,, dan yang pasti, semua tokoh di gambarkan abu-abu. gak ada tuh mata melotot ataupun caci maki.

     
  15. Fajar Hari Prabowo

    November 21, 2011 at 2:24 pm

    Mungkin tim kreatif sinetron Indonesia agak susah mengikuti selera kaum menengah keatas (yang notabene kaum minoritas di Indonesia, sedikit penonton dan kurang menguntungkan). Soalnya, penonton Indonesia kebanyakan berasal dari golongan menengah kebawah, yang sangat suka sekali dengan adegan cinta, perebutan warisan, dan komedi horor seks.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.