Mari belajar lewat anime…

Apa sih yang kita perhatiin dari film2 anime ? Pada umumnya character di anime itu benar-bener konyol, kocak, dan kalau kita perhatikan lebih detail mereka mempunyai mata yang besar dan *maaf* dada yang besar, mungkin itu adalah gambaran orang idealnya jepang, karena hampir semua anime mempunyai ciri yang sama. Dan juga ekpresi2 yang aneh atau sering disebut false face contoh nya kaya muka nya rata atau kalo panik keluar keringet segede gede bagong. Tapi sebenernya di film anime itu sendiri banyak pelajaran-pelajaran tentang hidup yang bisa kita dapat, mungkin itu sengaja di selipkan oleh penulisnya sehingga selain menikmati film itu sendiri, tanpa sadar anak yang menontonnya juga terpengaruh.

Pada umumnya film anime di jepang adalah tentang kerja keras, kemauan yang keras, dan perjuangan. Tidak jarang berakhir tragis, tapi apa yang saya tangkap dari film anime bahwa selama ada kemauan dan kerja keras tidak ada yang mustahil , misalnya Tim Basket Shohoku yang berusaha agar masuk liga nasional, mereka berusaha dari posisi terbawah di district menjadi salah satu yang di takuti karena hasil dari kerja keras mereka.

Atau lihat lah salah satu film anime paling di gandrungi, naruto… tujuan naruto menjadi hokage atau pimpinan desa adalah agar diakuin, dan untuk mencapai jalan itu adalah dengan kerja keras. Naruto tak pernah kenal lelah, dan sangat setia kawan, mungkin akibat masa kecil naruto yang selalu kesepian karena orang takut dengannya karena ada siluman rubah ekor sembilan didalam tubuh naruto. Sampai akhirnya dia bertemu dengan kakashi, sasuke, sakura dia merasa menemukan tempat yang mengakuin keberadaannya.

5 thoughts on “Mari belajar lewat anime…

  1. Jauh-jauh hari sebelum Jepang punya tim sepakbola yang tangguh kayak sekarang, mereka bikin film2 anime tentang sepak bola bertahun-tahun lalu. Hal ini rupanya menginspirasi anak2 jepang itu…dan jadilah Hidetoshi Nakata dan kawan2.

    Coba sinetron kita…setan lagi, berantem lagi…gk asyik. Bikin bodo.

  2. yup,
    Sayang nya orang kita malah kadang budaya kita sendiri di anggap sebagai suatu yang ‘kampungan’. Klo orang yang belajar tari itu gak gaul dan sebagainya.
    Makanya mari kita budayakan cinta budaya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s