Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Laskar Pelangi Awal dari keinginan membaca buku ini adalah waktu temen bilang have to read bagus banget, sampe akhir nya waktu gajian bisa kebeli juga bukunya😀 “Laskar Pelangi” karya Andrea Hinata. Konon katanya kisah ini adalah sebuah kenangan masa kecil dari si penulis sendiri.

SD Muhammadiyah

Adalah sebuah SD di kampung belitong, tempat tinggal penulis, dimana keadaan nya sangat mengkhawatirkan, tipikal SD SD yang ada di kampung, hampir tak terawat kecuali memang ada sukarelawan yang mau merawat nya.

Kisah “Laskar Pelangi” di awali dari SD ini, berawal dari penerimaan siswa baru, saat penerimaan siswa baru ini SD tersebut hanya dapat 9 Siswa, kurang satu untuk dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar, orang sana menganggap kalau sekolah hanya menghabiskan biaya, dan waktu, alih alih mengirim anak mereka sekolah , lebih baik jika anak mereka membantu bapak nya untuk menopang biaya sehari hari.

Laskar Pelangi
9 Siswa tersebut adalah ‘Aku’ , Mahar, Lintang, Samson, Sahara, A Kiong , Syahdan, Trapani, dan Harun Kucai . Lalu di detik2 terakhir muncul lah kucai Harun yang mempunyai keterbelakangan mental. Mereka adalah siswa – siswa yang mempunyai kemauan belajar yang cukup tinggi , dan orang tuanya sebenernya berat melepas mereka untuk sekolah. Salah satu yang mempunyai semangat belajar membara adalah Lintang, Lintang adalah seorang anak yang berperawakan pendek , mempunyai mata jernih , dan otak yang cemerlang. Dia harus menempuh sekitar 60 40 Km setiap hari untuk dapat kesekolah, di perjalanan dia dapat bertemu dengan buaya atau menghadapi jalanan yang kurang bersahabat apalagi setelah hujan.

Mereka mendapat julukan laskar pelangi karena mereka suka duduk diatas pohon fillicium
Filicium Decipiens - Fern Tree

Khususnya setelah hujan, mereka kan berlari kesana untuk kemudian memanjat ke dahan pohon tersebut untuk kemudian duduk melihat pelangi.

Pada kisah awal buku ini diceritakan semua sifat yang terlihat dari laskar pelangi ini kecuali Mahar dan Lintang, mereka berdua sangat istimewa dan memerlukan satu bab tersendiri untuk menceritakannya. Lintang adalah anak jenius didikan alam, otak kiri nya seperti tak pernah berhenti untuk mencari tahu dan berpikir, sedangkan Mahar adalah seniman yang berbakat, dia adalah seorang yang sangat berbakat dalam seni. Lintang dan Mahar adalah sepasang jenius yang saling melengkapi.

Lalu kisahnya pun berlanjut saat ‘Aku’ mulai merasakan jatuh cinta pada seorang gadis tionghoa anak pemilik toko kelontong, yang tanpa sengaja berpapasan di toko tersebut saat gadis tersebut tanpa sengaja menjatuhkan kapur yang di beli oleh ‘Aku’, rupanya pertemuan itu adalah sebuah momen penting yang mengubah hidupnya. Setelah beberapa lama berusaha, akhirnya sang gadis yang ternyata bernama A Ling ingin bertemu juga dengan ‘Aku’ di sebuah acara yang bernama ‘Sembahyang Rebut’ walaupun singkat tapi pertemuan itu sangat bermakna, walaupun akhirnya mereka harus di pisahkan karena A Ling harus berangkat ke jakarta untuk menemani bibi nya. Perpisahan itu membawa dampak yang sangat tragis ke dalam kehidupan ‘Aku’ , A Ling hanya menyisakan sebuah buku dan sebuah diary, diary yang berisi puisi yang ‘Aku’ tulis ke A Ling, dan buku yang ditinggal kan A Ling ternyata adalah sebuah obat penawar dari kehancuran hatinya.

Saat beranjak dewasa, laskar pelangi pun bertambah seorang anggota lagi yang bernama Flo. Anak seorang petinggi di daerah itu yang ingin masuk ke SD Kampung karena ingin bertemu dengan Mahar setelah laskar pelangi menyelamatkan nya saat tersesat di hutan. Flo merupakan perempuan kedua setelah Sahara.

Lalu di bab terakhir diceritakan bagaimana nasib nasib laskar pelangi setelah 12 Tahun kemudian. misalkan Sahara yang akhirnya menikah dengan musuh bebuyutannya yang tak lain adalah A Kiong. ‘Aku’ yang hanya menjadi tukang pos yang selalu mendapat shift pagi , atau Lintang yang terpaksa menjadi kuli karena kekurangan biaya dan harus menopang biaya hidup keluarganya.

Kesimpulan

Secara keseluruhan buku ini bagus, karena menceritakan perjuangan laskar pelangi dalam kesederhanaan dan keterbatasan, di SD Kampung yang serba terbatas tersebut mereka mendapatkan tak hanya sekedar pendidikan tapi sebuah pengalaman dan juga kenangan dari masa kecil yang indah. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan tidak akan menghalangi pendidikan atau pun kreativitas.

Walaupun terbilang bagus ada beberapa hal yang harus di garis bawahi dari buku ini…

1 . Penggunaan istilah ilmiah dalam cerita ini sangat banyak, membuat kita berpikir bahwa si Penulis adalah seorang sarjana biologi, atau fisika, dan sangat kebarat-baratan

2 . Alur yang loncat2, novel ini mempunyai alur yang sangat susah di tangkap. Kadang si penulis bercerita tentang flashback sedikit kebelakang, dalam flashback itu juga di ceritakan kisah masa depan , dan kemudian tiba2 balik di alur semula.

3. Tokoh utama yang sedikit ambigu, jika di perhatikan secara seksama maka di dalam novel ini tak ada satupun nama dari tokoh utama, selalu dengan sebutan ‘Aku’ atau si Ikal, tapi kemudian di Bab Terakhir si Ikal menjadi orang ketiga. Jika kisah ini adalah kisah nyata, kisah nyata nya siapa ? Mahar kah ? atau si Ikal kah, mungkin akan terjawab di buku kedua.

4. To Good To Be True, khususnya mengenai Lintang, kejeniusan Lintang konon diceritakan sangat berlebihan, di kelas dua saat yang lain masih belajar operasi dasar matematika, lintang sudah dapat menghapal rumus integral dan mampu berpikir out of the box saat di berikan perkalian bilangan ganjil. Dan kejeniusan Mahar masih dapat diterima oleh akal sehat, walaupun masih bingung darimana ia mendapat lagu lagu yang di nyanyikannya sedangkan TV satu satu nya di rumahnya bapak lurah — yang di pakai waktu menonton turnament all England — hanya satu-satu nya , dan dari ceritanya ekonomi mereka sangat terbelakang sehingga untuk membeli sebuat radio transistor dual band saja susah, dan hampir tak mungkin seorang langsung bisa membaca not balok, bahkan Joe Satriani pun ada masa-masa belajarnya. Sedikit susah di bayangkan walaupun masih masuk akal kejeniusan Lintang dan Mahar.

Well segitu aja sih penilaian sayah… gak rugi koq baca buku ini, seengganya bagi saya , buku ini sangat menginspirasikan

19 thoughts on “Laskar Pelangi – Andrea Hirata

  1. @riyogarta, secara garis besar bagus om, gangguan2 itu gak ngebuat novel ini kehilangan jiwanya, cuman kadang ngebuat bingung aja. Tapi overall bagus koq, terlebih petualang petualangan nya… seru, kaya laskar pelangi coba nyari flo yng ilang di utan

  2. Update terakhir… ternyata SD Muhammadiyah, PN Timah, dan Ibu Muslimah itu adalah nyata, dia kebetulan ada guru dari manager sayah yang sekolah di SD muhammadiyah tersebut…

  3. Cerita ini memang diangkat dari kisah nyata, tokoh Lintang sendiri memang nyata. Sempet nonton kickandy yang bahas ini nggak? Di sana Andrea bercerita bahwa apa yang selama ini dia lakukan sebetulnya merupakan ‘balas dendam’ atas apa yang terjadi pada Lintang.

    Akan tetapi, karena ini sebuah novel, Andrea juga memasukan unsur dramatisasi di sana🙂

  4. Oh, ya…tambahan. Di Novel yang kedua dan ketiga, tokoh2 Laskar Pelangi nggak ada lagi. Tapi muncul tokoh-tokoh baru, konon tokoh2 Laskar Pelangi akan muncul lagi di bukunya yang ke-empat🙂

  5. iyah , soalnya buku kedua dan ketiga emang berbeda cerita dengan yang pertama, kata temen gw buku yang kedua lebih ke petualangan si penulis backpacking keliling dunia, kemungkinan sih menuju endesor..

  6. mohaba says:

    “Penggunaan istilah ilmiah dalam cerita ini sangat banyak”
    =ini menarik karena, penulis memberi penjelasan secara mudah
    dan ini terobosan baru dan bagus ya.. minimal buat belajar itu kata-kata simple sekaligus menikmati cerita.

    “Alur yang loncat2”
    =Alur waktu-nya sudah bagus menurutku..

    “Tokoh utama yang sedikit ambigu, jika….”
    =BTW, Orang tentu bertanya…!!??!!,
    siapa seh Orang reseh yg nulis biografi orang lain…..ha ha ha
    Ane kira dia mau sempurnain urusan 3 Dimensi sebuah cerita
    bukan preview satu orang

    “To Good To Be True, khususnya mengenai Lintang, kejeniusan Lintang konon diceritakan sangat berlebiha”
    =Ini cerita, hiperbolik dikit knapa ?? kan lebih bagus daripada datar, itu menurut ku, sorry,
    tapi anak-anak sekarang juga mulai menunjukkan kemampuan mendekati seperti itu loh
    jangan salah, bro, lihat anak-anak olimpiade fisika juga kan…

    yang ane suka novel neh ,umumnya:
    Jalan ide dari cerita nyata
    kemampuannya menggiring nasehat
    belajar relatifitas

    ada kemiripan dengan karakter errorku…he he
    saya suka kalimat dialognya
    (tapi ko sedikit)
    dan ngga terlalu suka deskripsi latar(kadang pusing, maklum memori otak saya imut…he he)

    satu titik dalam relativitas waktu:
    saat inilah masa depan itu
    (realtivitas aku suka dan ini bisa dilengkapi di http://www.hatta-indonesia.blogspot.com)

  7. @mohaba,
    1. arti – arti ilmiah yang sederhana yang pohon fillicium saya gak ngerti sampe akhir nya cari di google😀, dan emang di akuin penulis nya sedikit narsis, tapi konon di buku kedua nya sang pemimpi semua istilah ilmiah ditaruh di tempat yang semesti nya gak di obral.. eniwei ini pendapat pribadi aja loh..😀

    2. Iya makanya ini adalah kebingungan sayah pribadi, karena si penulis bercerita seakan dari dua tokoh

    3. Yup, tapi umumnya walaupun mereka pintar tapi mereka mempunyai bahan referensi, sekarang kalau dari deskripsi sekolah muhammadiyah yang minim, dan latar belakang keluarga lintang yang serba kekurangan, sulit menemukan darimana Lintang menemukan hal – hal tersebut, dan benar, ini adalah hiperbolik.

    @Amy
    emang bagus koq… gak rugi deh klo baca. Tapi klo bisa sekalian beli 3 – 3 nya, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Endesor

  8. senory says:

    penggunaan istilah ilmiah menurut saya itu adalah bagian dari “style”. suatu pembelajaran. bukan kah karya sastra hrs menyuguhkan ilmu yang baru. masalahnya hanya pada pembaca yang tidak tau tapi tidak mau cari tau. padahal sudah disediakan halaman khusus untuk glosary.
    penulis tidak menggunakan alur yang lurus untuk menceritakan pengalamanya. dia menulis, tapi sesungguhnya bercerita. maka memang butuh inerpretasi yang cukup tinggi untuk memahami alurnya. what we hav to do is put ourselves in his shoes!
    penokohan yang ambigu, sekali lagi memang menuntut inerpretasi yang lumayan tinggi. tapi jika mau membaca berbagia macam genre novel, plot yang disuguhkan Abdrea tidaklah seberapa. First Person Omnicient adalah posisi Andra atau Ikal menurut saya.
    Lintang si genius tidak diceritakan secara berlebihan. keadaan untuk merubah hidup adalah motivasinya. lagipula dia tinggal di pesisir. walaupun dia miskin tapi bisa kita pastikan dia makan ikan tiap hari karena ayahnya seorang nelayan. Ikan sangat bagus untuk pertumbuhan kususnya otak. tidak ada yang berlebihan jika keadaan yang menuntut mereka untuk beajar lebih dan bekerja lebih. ada rasa malu dalam diri mereka. sudah miskin tak mau lagi ditambah dengan kebodohan. kedengarannya memang hiperbolis mengingat keterbatasan fasilitas. tapi apakah kita akan menyangkal bahwa ada orang yang bisa melukis padahal dia tidak mempunyai tangan. saya rasa Kick Andy sudah memberi kita jawaban dibeberapa episode yang lalu….

  9. @senory,
    yes, mungkin penggunaan istilah ilmiah adalah salah satu cara bang andrea untuk menemukan gaya sendiri dalam menulis, walaupun gaya ini hampir tidak ada di bukunya kedua. Kalau saya membaca buku ketiga,di buku pertama istilah -istilah ilmiah yang banyak dipakai kebanyakan adalah istilah Biologi, maka saya hampir dapat menyimpulkan kalau buku pertama di tulis andrea sambil ditemani arai, teman baiknya yang juga kuliah di sorbonne , mengambil jurusan biologi, beliau lah yang saya kira memberi masukan – masukan tersebut… ini hanyalah perkiraan saya.

    Ambigu, karena ternyata nama Andrea Hirata sendiri ternyata nama ke tiga setelah dua sebelum nya gagal, dan juga Bang Andrea berusaha menceritakan dari dua tokoh, satu tokoh yang bukan dirinya, ada di bab – bab terakhir.

    Lintang sendiri, meskipun ada, tapi saya berpendapat ada beberapa hal yang diceritakan secara hiperbola oleh Bang Andrea.

    Anyway , thanks for the comment :d:)

    suprie’s last blog post..Are they stupid…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s