Khaled Hosseini : A Thousand Splendid Sun

DISCLAIMER

Review ini dibuat berdasarkan ingatan saya yang terbatas, jadi kemungkinan ada beberapa bagian yang lupa atau kurang jelas, dan kesimpulan pun ada beberapa murni pendapat pribadi saya bukan suatu kelompok atau aliran tertentu. Dan review ini dibuat bukan untuk promosi atau menjelekkan produk tertentu.

A Thousand Splendid Sun adalah novel yang bercerita tentang perang di Afghanistan, khususnya ketika perang saudara berkecamuk di sana. Ceritanya berpusat di dua tokoh Mariam, dan Laila. Mariam adalah seorang anak hasil ‘kecelakaan’ antara ibunya yang bernama Nana dan majikannya yang bernama Jalil, untuk menghindari rasa malu oleh keluarga majikannya, mereka di ungsikan ke sebuah tempat yang terpencil yang jauh dari mana – mana, walaupun setiap hari kamis Jalil selalu datang untuk menjenguk dan membawakan makanan. Ditempat itulah Mariam besar, sampai suatu hari ia mbandel coba jalan sendiri ke rumah Jalil, dan mendapati dirinya tidak diterima di sana. Saat Mariam kembali ke rumahnya, ia mendapati Nana mati bunuh diri. Akhirnya ia tinggal di rumah Jalil, dan terpaksa menikahi seseorang yang tidak ia ingini saat berumur 15 tahun.

Laila adalah seorang gadis muda, mempunyai seorang teman yang bernama Tariq, mereka dekat sekali. Pada saat perang saudara berkecamuk di Afghanistan, keluarga Tariq memutuskan untuk pindah ke Palestina, saat akan melepas Tariq ini lah Laila melepas kehormatannya. Singkat cerita keluarga Tariq pun pergi ke Palestina, kemudian selang beberapa minggu, keluarga Laila pun berencana hijrah ke Palestina, tapi gagal karena rumah mereka kena sasaran roket yang mengakibatkan Orang tua Laila tewas. Laila kemudian diselamatkan oleh Rasheed suami dari Mariam, yang diam – diam hendak menjadikan Laila istri kedua, ia membuat sebuah kebohongan bahwa Tariq telah meninggal di Palestina akibat terkena bom. Karena takut anaknya hasil hubungan Tariq dan dirinya tidak punya ayah, akhirnya Laila menerima tawaran Rasheed tanpa memberi tahu dia bahwa sedang mengandung.

Mariam yang hidupnya berantakan semenjak anak pertama mereka keguguran, kurang menerima Laila, apalagi dia sudah mengandung tak berapa lama Rasheed dan Laila menikah, tapi setelah beberapa bulan setelah kelahiran anak perempuannya, akhirnya Mariam pun luluh dan mau menerima Laila, bahkan ikut merawat anak perempuannya. Selang beberapa tahun, Laila kembali melahirkan, kali ini anaknya laki – laki, anak laki – laki ini segera menjadi anak kesayangan dari Rasheed , apapun permintaan dia di turuti.

Lalu kisahnya menjadi rumit ketika Tariq tiba – tiba datang. Laila yang merasa tertipu oleh Rasheed marah besar, sehingga terjadilah keributan yang menyebabkan Laila memukul Rasheed, tak terima oleh perlakuan istrinya, Rasheed lalu mencekik Laila, Mariam yang panik lalu mengambil sekop dari gudang dan memukul Rasheed, yang menyebabkan Rasheed meninggal. Mariam menyuruh Laila agar lari bersama Tariq dan anak – anaknya ke Pakistan, Mariam lah yang akan bertanggung jawab atas kematian Rasheed.

Di akhir cerita Mariam di hukum mati oleh pemerintah yang berkuasa, dan Laila beserta Tariq yang hidup di Palestina kembali ke Afghanistan.

Kesimpulan

Buku ini konon katanya sangat bagus, menyusul buku sebelumnya Kite runner , menceritakan akibat perang yang berkepanjangan di Afghanistan. Buku ini banyak scene yang bisa membuat hati kita miris. Tapi di bagian belakang setelah kejadian 911 pada saat Amerika memutuskan untuk menyerang Afghanistan dengan dalih memburu Osama bin Laden, Tariq berkata bahwa mungkin dengan datangnya Amerika ke Afghanistan akan membawa kedamaian dan keadilan , seolah – olah Amerika adalah penyelamat mereka. Kesan yang saya dapat ini adalah propaganda Amerika, dan juga di beberapa cerita penulis menceritakan Islam yang penuh kekerasan sehingga terkesan bahwa agama Islam adalah agama yang senang dengan perang dan kekerasan, dan di satu bagian diceritakan bagaimana hak – hak perempuan di injak – injak oleh mereka, padahal pada kenyataan nya Islam tidak begitu. Satu – satu nya keadaan dimana membunuh di perbolehkan adalah ketika perang, selain itu sangat dilarang, lalu perempuan di Islam sangat di jaga kehormatannya , bahkan diangkat derajatnya di Islam, bahkan Rasulullah SAW melarang para suami untuk bersifat kasar kepada istrinya. Dan di buku itu seolah – olah Laila dan Tariq di perkenankan untuk melakukan tindakan Zina, dan kita tahu bahwa Zina adalah dosa besar di Islam. Jadi susah juga untuk menentukan rating buku ini, klo mau di klasifikasikan mungkin cocok untuk 18+

181.pnga_234.gif

11 thoughts on “Khaled Hosseini : A Thousand Splendid Sun

  1. @caplang
    nda bisa bro, gw udh duluan ngantri :-p

    btw, soal bukunya. Skr banyak banget buku2x yang seperti itu, dan kita harus hati2x bacanya. Tapi mudah2xan dengan kita baca buku seperti itu, kita bisa makin yakin soal yg benar dan yg salah.

  2. @Donny reza,
    nda tau, saya lom baca yang kite runner, tapi sepertinya dia punya masa lalu yang kelam dengan kekerasan dalam rumah tangga, yang repot klo umat non muslim menganggap hal ini terjadi di setiap rumah tangga muslim

  3. Aku baru baca novel ini sampai di pertengahan😀. Pantesan juga ya buku ini masup best seller new york times karena emang terkesan lebih pro amerika. Novel ini diterbitkan oleh keluarga Mizan, dimana produk dari buku-buku Mizan berkesan Islami modern dan agak liberal. Pernah bebarapa waktu lalu di Islamic Book Fair ada bedah buku, orang MUI menyebutkan bahwa 10 persen dari buku2 yang diterbitkan oleh Mizan adalah Syiah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s