Istilah Dasar Fotografi

Saya akan bercerita sedikit tentang istilah istilah dalam fotografi dasar.. semoga berguna😀

1. Aperture / Bukaan / Diafragma
Adalah besarnya bukaan lensa dalam menangkap cahaya. Dalam lensa ada yang namanya Aperture Blade, fungsinya mirip dengan iris mata. Semakin besar bukaannya semakin cepat lensa menangkap cahaya tapi semakin tipis juga Depth Of Field nya. Umumnya disimbolkan dengan F.

2. Speed / Kecepatan
Adalah kecepatan kamera menangkap gambar. Tergantung orang dan panjang lensa tapi biasanya kecepatan minimal orang agar gak shake adalah 1/10 detik. Lebih lambat daripada itu biasanya butuh Image Stabilizer atau tripod. Lensa juga berpengaruh pada speed, minimum speed adalah 1 per panjang lensa. Jadi misalkan panjang lensa itu 50mm maka speed minimal adalah 1/50 detik. Tapi beberapa orang bisa menjaga kamera hingga 1/8 detik tidak goyang.

3. ISO
Adalah kesensitifan sensor dalam menangkap cahaya. Semakin tinggi ISO semakin sensitif, tapi semakin banyak noise juga. Jumlah noise yang ditimbulkan tergantung kamera.

4. Exposure Triangle
Adalah gabungan dari ISO, Speed, dan Diafragma. Ketiganya harus pas agar mendapat exposure yang “benar”, umumnya mengikuti aturan Sunny F16 Rule. Jika ISO dinaikkan maka speed bisa lebih cepat dan diafragma bisa lebih kecil.

5. Sunny F16 Rule
Adalah petunjuk / guide yang mengatakan bila matahari bersinar terang maka settingan kameranya adalah Diafragma nya adalah F16, speed 1/100, dan ISO 100. Speed mengikuti ISO, jadi kalau ISO 200, maka speed adalah yang mendekati 200.

6. Depth Of Field
Adalah ketajaman ruang fokus, bila semakin tipis, bidang area fokus juga semakin kecil. Depth Of Field ditentukan oleh panjang lensa dan juga diafragma. Semakin besar Diafragma, semakin tipis juga ruang tajam. Biasanya bukaan besar dipakai untuk mengisolasi subject, jadi Subject nya jelas sedangkan background menjadi blur atau yang biasa disebut bokeh.

7.Bokeh
Adalah bidang yang tidak fokus dari suatu gambar, biasanya bila memakai bukaan besar. Bentuk bokeh sangat tergantung karakteristik lensa. Contohnya adalah Canon EF 50mm F1.8, mempunyai bentuk bokeh menyerupai segi enam.

8. Stop
adalah ratio antara Cahaya yang masuk, Sensitifitas sensor, dan kecepatan cahaya. Stop sendiri berbeda masing masing elemen exposure ( ISO, Diafragma, dan Speed) .

Dalam Diafragma, urutannya adalah :
f1 f1.4 f2 f2.8 f4 f5.6 f8 f11 f16 f22 f32 f44 dst
naik satu stop adalah f1 ke f1.4 atau f1.4 ke f2

Dalam Speed, stop adalah speed dibagi 2 jadi kira kira urutannya
1/4000 1/2000 1/1000 1/500 1/250 1/125 dst

Dan dalam ISO, stop adalah ISO x 2 jadi kira kira urutannya
25 50 100 200 400 800 1600 3200 6400

Jadi misalkan kita memfoto subject dengan ISO 100 f11 1/100 kita akan dapat exposure yang sama dengan ISO 100 F8 1/200 atau ISO 200 F8 1/100.

9. Mode Dial
Adalah Mode pemotretan dalam kamera modern. Biasanya ada 5 : Auto, Program, Aperture Priority, Shutter Priority, dan Manual.

  1. Auto adalah dimana semua nya diatur otomatis oleh kamera
  2. Program adalah dimana semua nya diatur otomatis oleh kamera juga, tapi Diafragma dan Speed ditentukan oleh kamera.
  3. Aperture Priority adalah Speed yang otomatis, sedangkan kita sendiri yang menentukan Aperture
  4. Speed Priority kebalikan dari Aperture
  5. Manual

OKE, demikian dari saya😀 kalau ada yang salah monggo masukannya😀

One thought on “Istilah Dasar Fotografi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s