Sang Pemimpi – Andrea Hirata

Sang Pemimpi - Andrea HinataBuku sang pemimpi ini adalah buku lanjutan dari kisah pribadi sang penulis yang berjudul Laskar Pelangi. Jika pada Laskar Pelangi penulis bercerita tentang masa – masa SD sampai dengan SMP, di buku yang berjudul Sang Pemimpi ini adalah kisah nya pada saat SMA, jika pada Laskar Pelangi berkisah tentang 11 Sahabat ( Ikal, Lintang, Mahar, Sahara,Trapani, Kucai, Syahdan, Harun, Samson, dan A Kiong) maka dikisah ini bercerita tentang 3 orang Sahabat ( Ikal, Arai, dan Jimbron ).

Masa Masa Remaja

Setelah SMP, akhirnya ikal dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMU Negeri Bukan Main. Sekolah ini di pelopori oleh Pak Balia sebagai tokoh kepala sekolah dan Pak Mustar sebagai wakilnya. Di gambarkan bahwa Pak Balia adalah seorang yang tegas dan berwibawa, sedangkan Pak Mustar adalah seorang guru yang sangat di takuti, konon sebabnya anaknya tidak dapat masuk ke sekolah yang ia pelopori ini hanya karena NEM nya kurang 0.25, syarat untuk masuk ke SMU ini NEM nya harus 4 sedangkan anaknya hanya mendapat 3.75.

Di sekolah ini Ikal berteman dengan Arai, sebenarnya Ikal dan Arai masih punya hubungan darah, alkisah saat kelas 1 SD ibunda Arai meninggal saat melahirkan adiknya, dan adiknya pun meninggal juga. Lalu saat kelas 3 SD ayah nya pun meninggal sehingga tinggal Arai sebatang kara yang kemudian dirawat oleh ayah dari Ikal. Arai bagi Ikal adalah seorang Sahabat , dan Kakak, seringkali Arai melindungi Ikal dengan cara nya sendiri.

Jarak dari rumah Ikal ke SMU nya sekitar 30 Kilometer, di daerah pelabuhan bernama Magai, karena itu lah Ikal dan Arai memutuskan untuk menyewa sebuah los yang dekat dengan sekolah mereka, untuk dapat bertahan hidup mereka bekerja sebagai kuli ngambat.

Selain Arai, satu sahabat Ikal yang baru adalah Jimbron, Jimbron adalah manusia yang unik , mempunyai muka yang jika orang melihat nya selalu ingin melindungi , bertubuh gempal , dan gagap — walaupun tidak selau gagap — , dan dia mempunyai satu kegemaran yang unik yaitu Kuda!!!. Kuda bagi Jambron adalah mahluk yang ajaib, sehingga jika dia berbicara tentang Kuda tak kan ada habisnya, walaupun sebenarnya dia belum pernah bertemu dengan mahluk tersebut.

Ikal, Arai , dan Jimbron adalah biang rusuh di sekolah mereka, pernah sekali mereka kepergok nonton di Bioskop yang nyata – nyata dilarang oleh Pak Mustar. Dan banyak kisah nakal mereka lainnya. Tapi selain nakal mereka ada gerombolan gerombolan pemimpi, karena mimpi lah mereka bisa bertahan.

Kesimpulan
Buku ini sangat bagus!!!. Entah bagaimana saya melukiskan bagaimana bagusnya buku ini, karena saya juga kurang pandai dalam menilai bagus atau tidak nya suatu karya sastra, yang pasti kita bisa terhanyut dalam adegan – adegan nya. Bagaimana Ikal dan Arai membantu Maryamah dan anaknya Nurmi yang datang untuk meminta beras, sampai akhirnya mereka bisa berjualan. Seperti nya Andrea Hirata senang memberikan satu atau dua petunjuk tentang lanjutan tetralogi ini, di dalam buku ini anak tertua dari Maryamah, Nurmi gemar sekali bermain biola, dan saat melihat judul dan cover dari buku ke empat yang belum keluar maka perkiraan saya Nurmi lah yang akan menjadi pusat dari buku keempat yang berjudul
Maryamah Karpov“, dan di buku pertama pun begitu, penulis sudah menceritakan kisah tentang Endesor yang menjadi judul buku ketiga, dan cita – cita nya yang ingin kesana.

Advertisements

Ayat ayat cinta the movie

Ayat Ayat Cinta The Movies

Assalamualaikum Wr Wb

Waktu kemaren jalan-jalan kepuncak, mata saya tertuju pada satu baliho besar yang ternyata adalah iklan dari film ayat-ayat cinta the movie , yang rencana pemutaran perdana nya di tanggal 19 Desember 2007, bagi yang sudah membaca novel nya mungkin sangat menunggu film ini, tapi bagi yang belum membaca novel nya, masih ada waktu koq sampe tanggal 19 Desember 2007

Synopsis

Synopsis yang saya buat mungkin berbeda dari filmnya , karena saya membuat synopsis ini berdasarkan novel dan ingatan saya juga :D.

Film ini bercerita tentang cinta, cinta yang ideal, cinta yang islami. Mungkin sebagian daripada kita menganggap bahwa cinta yang islami itu membosankan karena adegan – adegan yang biasanya ada di film romantis tidak ada di film ini, adegan seperti berpegangan tangan, berpelukan, atau bahkan berciuman. Tapi justru itu daya tarik novel dan film ini, kalau saya pribadi ingin melihat sejauh mana Fedi Nuril dapat memerankan seorang Fahri yang sangat memegang teguh ajaran Islam itu sendiri.

Novel ini berkisah di Mesir, Fahri adalah seorang mahasiswa Al-Azhar yang sedang mengambil S2 di sana. Fahri adalah seorang yang sangat memegang dan mengamalkan ajaran – ajaran Islam. Fahri mempunyai sebuah flat yang di huni bersama oleh teman-teman dari indonesia, mereka mempunyai seorang tetangga yang anaknya bernama Maria (Carissa Putri) . Maria atau Maryam ( menurut dia Maria dan Maryam sama saja artinya ) adalah seorang Kristen Koptik yang sangat tertarik dengan Islam, sangat tertarik sampai ia hapal salah satu ayat Qur’an yaitu Surat Al Maryam, keluarga Maria sangat baik dan akrab dengan Fahri dan kawan-kawannya, menggambarkan toleransi yang besar antara dua umat beragama.

Dan tetangga Fahri yang satu lagi adalah Bahadur, orang mesir asli yang sangat kasar, sehingga orang – orang pun enggan berurusan dengannya , Bahadur mempunyai seorang putri yang berbeda sekali dengan dia, dan selalu menjadi target siksaan Bahadur, namanya Noura (Zaskia Adya Mecca). Siksaan itu berlanjut hingga satu malam Noura di usir oleh Bahadur karena sebab yang tidak jelas. Fahri melihat nya dan merasa sangat iba, kemudian Fahri meminta tolong Maria karena Noura bukanlah muhrim dari Fahri. Maria pun mau menolongnya tapi keluarganya khawatir jika Noura tinggal di rumah mereka, mereka akan mendapat masalah dari Bahadur, untuk menghindari hal tersebut Noura di tempatkan di kost mahasiswi yang salah satu nya bernama Nurul. Setelah usut punya usut ternyata Noura bukanlah anak dari Bahadur, Noura tertukar di rumah sakit tempat ia dilahirkan.

Sewaktu perjalanan menuju pengajian menggunakan metro ( semacam busway di indonesia ), Fahri yang sedang naik metro melihat seorang nenek , seorang pemuda, dan seorang gadis asing yang juga berdiri, sang nenek terlihat sangat kelelahan, karena selain sudah tua, cuaca saat itu sedang panas-panas nya. Dilihatnya tidak ada yang memberinya duduk, lalu tanpa di komando seorang gadis mesir berdiri dan memberinya duduk. Saat ia memberinya duduk, banyak warga Mesir memarahi nya memakinya, tapi kemudian dapat diredam oleh Fahri. Warga mesir itu marah karena mereka sangat membenci Amerika yang telah menindas dan menjajah negara-negara muslim, tapi kemudian sadar kalau perbuatan mereka itu salah, karena tidak sesuai dengan ajaran Islam itu sendiri. Gadis Mesir yang menolong nenek-nenek itu bernama Aisha (Rianti Cartwright).

Fahri adalah pemuda yang sangat perfeksionis, dia sudah mempunyai rencana hidup sampai tujuh tahun kedepan. Suatu hari , salah satu ustadz bertanya padanya, menanyakan tentang rencananya untuk menikah, dan apa pendapat nya jika Fahri di jodohkan dengan seorang wanita. Fahri yang belum mempunyai calon, mengiyakan. Lalu dipertemukanlah Fahri dengan wanita yang telah di siapkan oleh Ustad tersebut, wanita itu adalah Aisha.

Mengetahui Fahri telah menikah, Maria yang diam diam menaruh hati sama Fahri, stress dan jatuh sakit, sakit itu sangat parah sehingga Maria harus dirawat di rumah sakit,dan kejadian tak terduga menimpa Fahri, ia telah dituduh memperkosa Noura. Fahri dimasukkan dalam penjara dan yang menjadi saksi kunci nya adalah Maria. Maria yang sakit setelah tahu bahwa dia adalah saksi kunci kasus tersebut, hadir di persidangan dengan menggunakan kursi roda. Berkat Maria Fahri di nyatakan tidak bersalah, tapi rupanya sakit Maria telah sangat parah sehingga harus dirawat di rumah sakit kembali. Orang tua Maria memohon agar Fahri mau menjenguk Maria agar Maria mempunyai semangat hidup, Fahri menjenguk Maria, tapi karena bukan muhrim dia menolak menyentuh Maria. Setelah beberapa lama akhirnya orang tua Maria meminta Fahri menikahi Maria. Fahri yang telah menikah dengan Aisha, terkejut. Pertama dia menolak karena dia sendiri sudah beristri, Aisha yang mendengar perdebatan itu kemudian membantu orang tua Maria dengan mengijinkan Fahri melakukan Poligami, akhirnya Fahri pun luluh dan mau menikahi Maria. Maria yang mulai siuman , mulai membaik kondisi nya, sampai di dalam mimpinya dia bermimpi melihat pintu pintu surga yang di tutup bagi nya, iya mencari dan terus mencari sambil membaca surat Maryam, sampai pada satu pintu yang terbuka, dia melihat seorang wanita keluar memberikan salam. Maria bertanya siapakah engkau ? lalu wanita tersebut menjawab, “aku adalah surat – surat yang sering kau baca itu, aku adalah Maryam”, Maria lalu meminta ijin untuk memasuki pintu surga itu tapi kemudian Maryam menjawab “maaf aku tidak bisa, pintu pintu ini hanyalah untuk orang yang beriman” dan saat itu lah Maria siuman, saat siuman dilihat lah Fahri di sisinya, kemudian dia meminta agar Fahri menuntun nya dan mengajarinya dua kalimat syahadat, dan kemudian meminta Fahri juga mengajarinya wudhu dan shalat, saat mengambil wudhu itu lah Maria menghembuskan napas terakhirnya.

Kesimpulan

Di kisah yang berakhir sedih ini, Fahri membantu mengingatkan tentang ajaran – ajaran Islam yang mungkin kita lupa, Aisha menggambarkan wanita yang benar – benar mencintai suaminya, tapi juga sangat mengerti ajaran Islam, mereka berdua menggambarkan pasangan hidup yang Islami yang sebagian orang tidak mau menjalankannya , mereka beranggapan bahwa kalau mau menikah calon suami dan istri harus melewati proses perkenalan dulu yang kita kenal dengan pacaran, proses ini sangat panjang sekali bisa memakan waktu hingga 10 tahun. Tapi apakah pacaran selama itu bisa menjamin harmonisasi hidup? bisa menjamin pernikahan yang langgeng ?
Novel ini memperkenalkan kita tentang cara menikah tanpa melalui proses Pacaran, cara – cara yang mampu menjauhkan kita dari dosa – dosa terberat yaitu zinah. Novel ini memperkenalkan cinta cinta yang Islami.

Wassalamualaikum Wr Wb