Edensor – Andrea Hirata

Endesor merupakan buku ketiga dari tetraloginya Andrea Hirata, Kisah ini merupakan kelanjutan dari sang pemimpi dimana Andrea Hirata dan Arai mendapat beasiswa ke Sorbonne University, Paris. Di buku ini Andrea menceritakan pengalaman nya di eropa.

Dibuku ini perkawanan nya Andrea pun berbeda lagi, jika pada laskar pelangi ada 10 orang sahabat, sedangkan pada masa SMA ( Sang Pemimpi ) ada 2 orang sahabat, disini walaupun masih ada arai tapi mereka bertambah dengan tambahan MVRJ Manooj ( Monahar Vikram Raj Chauduri Manooj ) — kita bisa tebak dari mana dia berasal :))– , Pablo Arian Gonzales, dan Ninochka Stronovsky

Selain mereka bertiga, Andrea juga mendapat teman dari negara lain, seperti Inggris yang ia panggil dengan the Brits, Amerika the Yankee, Belanda, dan lain lain. Di buku ini akhirnya Andrea menceritakan kisah asmara nya dengan salah satu mahasiswa Jerman yang bernama Katya, walaupun dia akhirnya memutuskan untuk mencari gadis impiannya di Laskar Pelangi, A Ling.

Di buku ini juga ia mengisahkan perjalanan backpacking nya keliling eropa dengan hanya bermodalkan nyali, kemauan , dan ngamen. Ia berdua dengan Arai, sedangkan MVRJ Manooj Berdua dengan Gonzales, dan Ninoch, sedangkan team satu lagi berisi dua perempuan yang saling bersaing — Townsend dari the Brit dan Stenfield dari the Yankee — Mereka bertaruh siapa yang paling banyak mengunjungi negara itu lah yang jadi pemenangnya

Kesimpulan
Buku ini sangat menarik , karena cerita backpackingnya itu, keliling eropa dengan modal ngamen, tidur di plafom stasiun kereta, semua itu menjadi cerita tersendiri di buku ini, tetap dengan gaya menulisnya yang kocak. Buku ini pun membawa balik sedikit ke masa lalu, ketika dia berkelana kelautan dengan Weh, atau darimana dia mendapat nama Andrea Hirata, yang sebenarnya bapaknya sudah pusing memberi nya nama karena kelakuannya yang tidak pernah berubah. Cerita – Cerita itu dan cerita lainnya mengisi kekosongan di buku pertama dan kedua, setidaknya saya tahu mengapa dia tidak pernah menyebutkan namanya di buku pertama 😀 . Kilas balik ini setidaknya membantu kita untuk mengingat atau malah membantu orang yang belum pernah membaca buku pertama dan keduanya agar dapat mengerti. Dan lagi – lagi jumlah dialog nya sedikit, tapi minim dialog pun dia sudah dapat menggambarkan kisah memoarnya dengan bagus. Lama kelamaan saya membaca buku ini seperti membaca sebuah blog, atau memang ini adalah blog nya yang di buku-kan nya ?

Advertisements

Sang Pemimpi – Andrea Hirata

Sang Pemimpi - Andrea HinataBuku sang pemimpi ini adalah buku lanjutan dari kisah pribadi sang penulis yang berjudul Laskar Pelangi. Jika pada Laskar Pelangi penulis bercerita tentang masa – masa SD sampai dengan SMP, di buku yang berjudul Sang Pemimpi ini adalah kisah nya pada saat SMA, jika pada Laskar Pelangi berkisah tentang 11 Sahabat ( Ikal, Lintang, Mahar, Sahara,Trapani, Kucai, Syahdan, Harun, Samson, dan A Kiong) maka dikisah ini bercerita tentang 3 orang Sahabat ( Ikal, Arai, dan Jimbron ).

Masa Masa Remaja

Setelah SMP, akhirnya ikal dapat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMU Negeri Bukan Main. Sekolah ini di pelopori oleh Pak Balia sebagai tokoh kepala sekolah dan Pak Mustar sebagai wakilnya. Di gambarkan bahwa Pak Balia adalah seorang yang tegas dan berwibawa, sedangkan Pak Mustar adalah seorang guru yang sangat di takuti, konon sebabnya anaknya tidak dapat masuk ke sekolah yang ia pelopori ini hanya karena NEM nya kurang 0.25, syarat untuk masuk ke SMU ini NEM nya harus 4 sedangkan anaknya hanya mendapat 3.75.

Di sekolah ini Ikal berteman dengan Arai, sebenarnya Ikal dan Arai masih punya hubungan darah, alkisah saat kelas 1 SD ibunda Arai meninggal saat melahirkan adiknya, dan adiknya pun meninggal juga. Lalu saat kelas 3 SD ayah nya pun meninggal sehingga tinggal Arai sebatang kara yang kemudian dirawat oleh ayah dari Ikal. Arai bagi Ikal adalah seorang Sahabat , dan Kakak, seringkali Arai melindungi Ikal dengan cara nya sendiri.

Jarak dari rumah Ikal ke SMU nya sekitar 30 Kilometer, di daerah pelabuhan bernama Magai, karena itu lah Ikal dan Arai memutuskan untuk menyewa sebuah los yang dekat dengan sekolah mereka, untuk dapat bertahan hidup mereka bekerja sebagai kuli ngambat.

Selain Arai, satu sahabat Ikal yang baru adalah Jimbron, Jimbron adalah manusia yang unik , mempunyai muka yang jika orang melihat nya selalu ingin melindungi , bertubuh gempal , dan gagap — walaupun tidak selau gagap — , dan dia mempunyai satu kegemaran yang unik yaitu Kuda!!!. Kuda bagi Jambron adalah mahluk yang ajaib, sehingga jika dia berbicara tentang Kuda tak kan ada habisnya, walaupun sebenarnya dia belum pernah bertemu dengan mahluk tersebut.

Ikal, Arai , dan Jimbron adalah biang rusuh di sekolah mereka, pernah sekali mereka kepergok nonton di Bioskop yang nyata – nyata dilarang oleh Pak Mustar. Dan banyak kisah nakal mereka lainnya. Tapi selain nakal mereka ada gerombolan gerombolan pemimpi, karena mimpi lah mereka bisa bertahan.

Kesimpulan
Buku ini sangat bagus!!!. Entah bagaimana saya melukiskan bagaimana bagusnya buku ini, karena saya juga kurang pandai dalam menilai bagus atau tidak nya suatu karya sastra, yang pasti kita bisa terhanyut dalam adegan – adegan nya. Bagaimana Ikal dan Arai membantu Maryamah dan anaknya Nurmi yang datang untuk meminta beras, sampai akhirnya mereka bisa berjualan. Seperti nya Andrea Hirata senang memberikan satu atau dua petunjuk tentang lanjutan tetralogi ini, di dalam buku ini anak tertua dari Maryamah, Nurmi gemar sekali bermain biola, dan saat melihat judul dan cover dari buku ke empat yang belum keluar maka perkiraan saya Nurmi lah yang akan menjadi pusat dari buku keempat yang berjudul
Maryamah Karpov“, dan di buku pertama pun begitu, penulis sudah menceritakan kisah tentang Endesor yang menjadi judul buku ketiga, dan cita – cita nya yang ingin kesana.

Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Laskar Pelangi Awal dari keinginan membaca buku ini adalah waktu temen bilang have to read bagus banget, sampe akhir nya waktu gajian bisa kebeli juga bukunya 😀 “Laskar Pelangi” karya Andrea Hinata. Konon katanya kisah ini adalah sebuah kenangan masa kecil dari si penulis sendiri.

SD Muhammadiyah

Adalah sebuah SD di kampung belitong, tempat tinggal penulis, dimana keadaan nya sangat mengkhawatirkan, tipikal SD SD yang ada di kampung, hampir tak terawat kecuali memang ada sukarelawan yang mau merawat nya.

Kisah “Laskar Pelangi” di awali dari SD ini, berawal dari penerimaan siswa baru, saat penerimaan siswa baru ini SD tersebut hanya dapat 9 Siswa, kurang satu untuk dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar, orang sana menganggap kalau sekolah hanya menghabiskan biaya, dan waktu, alih alih mengirim anak mereka sekolah , lebih baik jika anak mereka membantu bapak nya untuk menopang biaya sehari hari.

Laskar Pelangi
9 Siswa tersebut adalah ‘Aku’ , Mahar, Lintang, Samson, Sahara, A Kiong , Syahdan, Trapani, dan Harun Kucai . Lalu di detik2 terakhir muncul lah kucai Harun yang mempunyai keterbelakangan mental. Mereka adalah siswa – siswa yang mempunyai kemauan belajar yang cukup tinggi , dan orang tuanya sebenernya berat melepas mereka untuk sekolah. Salah satu yang mempunyai semangat belajar membara adalah Lintang, Lintang adalah seorang anak yang berperawakan pendek , mempunyai mata jernih , dan otak yang cemerlang. Dia harus menempuh sekitar 60 40 Km setiap hari untuk dapat kesekolah, di perjalanan dia dapat bertemu dengan buaya atau menghadapi jalanan yang kurang bersahabat apalagi setelah hujan.

Mereka mendapat julukan laskar pelangi karena mereka suka duduk diatas pohon fillicium
Filicium Decipiens - Fern Tree

Khususnya setelah hujan, mereka kan berlari kesana untuk kemudian memanjat ke dahan pohon tersebut untuk kemudian duduk melihat pelangi.

Pada kisah awal buku ini diceritakan semua sifat yang terlihat dari laskar pelangi ini kecuali Mahar dan Lintang, mereka berdua sangat istimewa dan memerlukan satu bab tersendiri untuk menceritakannya. Lintang adalah anak jenius didikan alam, otak kiri nya seperti tak pernah berhenti untuk mencari tahu dan berpikir, sedangkan Mahar adalah seniman yang berbakat, dia adalah seorang yang sangat berbakat dalam seni. Lintang dan Mahar adalah sepasang jenius yang saling melengkapi.

Lalu kisahnya pun berlanjut saat ‘Aku’ mulai merasakan jatuh cinta pada seorang gadis tionghoa anak pemilik toko kelontong, yang tanpa sengaja berpapasan di toko tersebut saat gadis tersebut tanpa sengaja menjatuhkan kapur yang di beli oleh ‘Aku’, rupanya pertemuan itu adalah sebuah momen penting yang mengubah hidupnya. Setelah beberapa lama berusaha, akhirnya sang gadis yang ternyata bernama A Ling ingin bertemu juga dengan ‘Aku’ di sebuah acara yang bernama ‘Sembahyang Rebut’ walaupun singkat tapi pertemuan itu sangat bermakna, walaupun akhirnya mereka harus di pisahkan karena A Ling harus berangkat ke jakarta untuk menemani bibi nya. Perpisahan itu membawa dampak yang sangat tragis ke dalam kehidupan ‘Aku’ , A Ling hanya menyisakan sebuah buku dan sebuah diary, diary yang berisi puisi yang ‘Aku’ tulis ke A Ling, dan buku yang ditinggal kan A Ling ternyata adalah sebuah obat penawar dari kehancuran hatinya.

Saat beranjak dewasa, laskar pelangi pun bertambah seorang anggota lagi yang bernama Flo. Anak seorang petinggi di daerah itu yang ingin masuk ke SD Kampung karena ingin bertemu dengan Mahar setelah laskar pelangi menyelamatkan nya saat tersesat di hutan. Flo merupakan perempuan kedua setelah Sahara.

Lalu di bab terakhir diceritakan bagaimana nasib nasib laskar pelangi setelah 12 Tahun kemudian. misalkan Sahara yang akhirnya menikah dengan musuh bebuyutannya yang tak lain adalah A Kiong. ‘Aku’ yang hanya menjadi tukang pos yang selalu mendapat shift pagi , atau Lintang yang terpaksa menjadi kuli karena kekurangan biaya dan harus menopang biaya hidup keluarganya.

Kesimpulan

Secara keseluruhan buku ini bagus, karena menceritakan perjuangan laskar pelangi dalam kesederhanaan dan keterbatasan, di SD Kampung yang serba terbatas tersebut mereka mendapatkan tak hanya sekedar pendidikan tapi sebuah pengalaman dan juga kenangan dari masa kecil yang indah. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan tidak akan menghalangi pendidikan atau pun kreativitas.

Walaupun terbilang bagus ada beberapa hal yang harus di garis bawahi dari buku ini…

1 . Penggunaan istilah ilmiah dalam cerita ini sangat banyak, membuat kita berpikir bahwa si Penulis adalah seorang sarjana biologi, atau fisika, dan sangat kebarat-baratan

2 . Alur yang loncat2, novel ini mempunyai alur yang sangat susah di tangkap. Kadang si penulis bercerita tentang flashback sedikit kebelakang, dalam flashback itu juga di ceritakan kisah masa depan , dan kemudian tiba2 balik di alur semula.

3. Tokoh utama yang sedikit ambigu, jika di perhatikan secara seksama maka di dalam novel ini tak ada satupun nama dari tokoh utama, selalu dengan sebutan ‘Aku’ atau si Ikal, tapi kemudian di Bab Terakhir si Ikal menjadi orang ketiga. Jika kisah ini adalah kisah nyata, kisah nyata nya siapa ? Mahar kah ? atau si Ikal kah, mungkin akan terjawab di buku kedua.

4. To Good To Be True, khususnya mengenai Lintang, kejeniusan Lintang konon diceritakan sangat berlebihan, di kelas dua saat yang lain masih belajar operasi dasar matematika, lintang sudah dapat menghapal rumus integral dan mampu berpikir out of the box saat di berikan perkalian bilangan ganjil. Dan kejeniusan Mahar masih dapat diterima oleh akal sehat, walaupun masih bingung darimana ia mendapat lagu lagu yang di nyanyikannya sedangkan TV satu satu nya di rumahnya bapak lurah — yang di pakai waktu menonton turnament all England — hanya satu-satu nya , dan dari ceritanya ekonomi mereka sangat terbelakang sehingga untuk membeli sebuat radio transistor dual band saja susah, dan hampir tak mungkin seorang langsung bisa membaca not balok, bahkan Joe Satriani pun ada masa-masa belajarnya. Sedikit susah di bayangkan walaupun masih masuk akal kejeniusan Lintang dan Mahar.

Well segitu aja sih penilaian sayah… gak rugi koq baca buku ini, seengganya bagi saya , buku ini sangat menginspirasikan